Mengentaskan Budaya Kemiskinan Perspektif Q.S. ar-Ra’d Ayat 11

Outdoor scene with homeless people illustration. (Source: Freepik.com)

Kemiskinan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seluruh orang pada zaman modern ini. Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang masih berkembang. Mengutip data dari Word Population Review (WPR) pada tahun 2020, Indonesia berada di peringkat ke-73 negara termiskin di dunia. Tingkat kemiskinan dilihat dari pendapatan nilai bruto masing masing negara. Memang masih terbilang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang lebih tinggi peringkat kemiskinanya.

Menariknya, kemiskinan di sekitar kita bisa jadi terjadi bukan karena kesempatan akses ekonomi yang terbatas melainkan karena kemiskinan kultural. Kemiskinan kultural adalah situasi di mana seseorang memiliki kebiasaan, nilai, atau cara hidup yang secara tidak langsung membuat dirinya miskin.

Sebagai contoh sifat malas atau setaranya yang akhirnya kemiskinan melanda dirinya atau bahkan keluarganya. Hal tersebut bisa terwariskan secara turun temurun, dikarenakan sifat tidak ada keinginan untuk mengubah kondisinya tersebut.

Jika merujuk dalam Al-Qur’an, secara eksplisit Allah menjelaskan bahwa tidak akan berubah nasib seseorang jika bukan dirinya yang berusaha untuk merubahnya. Sebagaimana dalam Q.S. ar-Ra’d ayat 11 yang artinya:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Secara gamblang Allah menjelaskan bahwa tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum tersebut yang mengubah nasibnya. Dari kasus yang terjadi maka sikap kemiskinan kultural memang harus segera dirubah agar pola pikir kita bisa mendorong ke arah perubahan pola hidup. Apabila pola pokir kita bisa diubah, yakni tidak memiliki mental pengemis dan mental pekerja keras, bisa jadi lambat laun hidup kita akan menjadi kaya kultural.

Sebagai penutup bahwasanya kemiskinan bukan seharusnya menjadi hal yang harus kita takutkan, tetapi bagaimana kemiskinan dapat menjadi acuan untuk kita bisa lebih memperbaiki taraf hidup. Kemiskinan akan berakhir dengan berubahnya pola pikir kita dan meningkatnya daya juang untuk meninggalkan kebiasaan buruk.

Kemiskinan bisa diatasi dengan saling membantu antarsesama, bukan hidup menyendiri dan meninggalkan masyarakat sekitar. Semisal Islam menawarkan konsep zakat atau sedekah. Karena bagaimana pun manusia merupakan makhluk sosial yang mana tidak akan pernah bisa hidup tanpa berhubungan dengan orang lain.

Penulis: Syahrul Kirom
Editor: Suciyadi Ramdhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *