Menerapkan Pendekatan Irfani Dalam Praktik Tahlilan

Sumber Gambar: detikcom

Tahlilan merupakan serangkaian ibadah kepada allah dengan cara melantunkan beberapa ayat-ayat suci allah serta dzikir-dzikir allah dengan tujuan untuk mengirimkan doa dan pahala kepada orang yang telah tiada namun, disisi lain bacaan tahlil tidak berpatok pada kata “lailahaillallah, subhanallah” saja akan tetapi semua kata dapat dimasukan bacaan tahlil jikalau memiliki keutamaan yang baik. 

Tahlil juga telah melekat pada sebagian orang sehingga menjadi tradisi kebudayaan Indonesia, karena pada zaman dahulu tahlil diedarkan oleh sunan kalijaga dikarenakan merupakan salah satu media dakwah untuk menyebarluaskan ajaran islam pada masa itu. 

Membaca tahlil juga memiliki banyak sekali manfaatnya yakni satu persatu ayat al-quran dihitung dan dijadikan sebagai pahala, akan tetapi hakikatnya membaca tahlil merupakan sunnah dalam artian jikalau ingin membaca maka mendapatkan pahala dan jikalau tidak maka tidak mendapat apa-apa. Membaca tahlil biasanya pada hari pertama hingga ke tujuh, dan lalu akan diadakan lagi pada hari ke 40 seterusnya sampai 1000 hari. 

“Sudah menjadi hal yang umum jika tradisi tahlilan dan yasinan digunakan sebagai majelis taklim dan dzikir mingguan masyarakat dan sebagai media dakwah agar masyarakat menjadi lebih dekat dengan Tuhannya. Di sisi lain, tradisi tahlilan dan yasinan bisa dimaknai sebagai forum silaturahmi warga, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya tidak akrab menjadi lebih akrab” (Ahmad Mas’ari, 2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *