Kemiskinan Kultural dan Solusinya dalam Pandangan Islam

Homeless man sitting near garbage illustration. (Source: freepik.com)

Kemiskinan merupakan suatu akibat yang terjadi karena status rendahnya ekonomi yang berlangsung cukup lama. Kemiskinan juga sebagai salah satu bagian dari akibat dari kebiasaan-kebiasaan manusia yang disebut budaya. Islam mendefinisikan tentang kemiskinan yang salah satunya adalah:

 اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ

Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.”

Ayat ini menjelaskan bahwa yang disebut miskin itu adalah orang yang tidak memiliki apa-apa, atau menurut bahasa seperti ucapan Ibnu Katsir, “Orang miskin itu adalah orang yang terlantar dan terbuang di jalan“.

Beliau mengartikan miskin sebagai orang yang tidak memiliki sesuatu untuk dapat dibelanjakan. Miskin diartikan juga sebagai orang-orang yang membutuhkan yakni orang yang tidak memenuhi kifayahnya. Maka Allah menyuruh manusia untuk membantu mereka dengan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya dan menghilangkan kemudaratannya.

Kemiskinan ini lebih disebabkan oleh kebudayaan, di mana kemiskinan tidak disebabkan oleh keterbatasan akses ekonomi saja, akan tetapi lebih disebabkan karena nilai-nilai, pandangan hidup, dan norma-norma yang berkembang di dalam suatu masyarakat. Kemiskinan itu muncul dari dalam diri orang miskin itu sendiri. Kebiasaan ini telah menyebabkan mereka terjebak dalam kemiskinan.

Pilihan solusi yang dapat membuat orang miskin bangkit dari kemiskinannya adalah melalui pemberdayaan sosial terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri seseorang yang dianggap miskin. Dengan kepercayaan diri yang mereka miliki, diharapkan mereka dapat melakukan perbaikan kualitas hidup yang dapat membuat mereka mampu melakukan berbagai hal dalam kesehariannya.

Perubahan sosialisasi anak-anak miskin, perluasan kesempatan bagi mereka, dan meyakinkan mereka bahwa mampu membuat suatu perubahan sehingga hambatan-hambatan kultural yang ada akan berkurang.

Al-Quran mempunyai konsep pengentasan kemiskinan yang sangat baik. Sesuai dengan faktor penyebab kemiskinan, maka solusi yang diberikan Al-Quran, ialah:

Pertama, kemiskinan akan dapat dientaskan melalui implementasi tauhid sosial dalam masyarakat.

Kedua, kemiskinan akan dapat dientaskan melalui penguatan kinerja individu. Di  antaranya adalah dengan upaya bekerja keras dan larangan untuk meminta-minta, serta perintah untuk berhemat, dan tidak berlaku boros.

Ketiga, kemiskinan akan dapat dientaskan melalui peran serta masyarakat, di antaranya adalah dengan pemberdayaan zakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan serta membangun prinsip kerjasama dan tanggungjawab sosial dalam masyarakat.

Keempat, kemiskinan akan dapat dientaskan melalui tanggungjawab pemerintah, yakni melalui peningkatan pendidikan yang merata dan berkualitas serta mengupayakan perluasan lapangan pekerjaan.

Penulis: Ihsan Sa’dudin
Editor: Suciyadi Ramdhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *