Benarkah Agama Dapat Merubah Psikis Seseorang?

Ilustrasi dampak psikis seseorang. (Sumber: Dok/Herald Malaysia)

Islam itu agama rahmatan lil ‘alamin. Agama yang mengedepankan akhlakul karimah sebagai bekal untuk mencapai kebaikan-kebaikan diri. Dalam Islam, seorang yang telah baligh dan berakal diwajibkan untuk melaksanakan ibadah sesuai ketentuan yang berlaku. Ibadah merupakan kewajiban yang dibebankan oleh Allah pada hamba-Nya.

Ibadah banyak sekali macamnya, mulai dari salat, zikir, membaca Al-Qur’an hingga menghafalkannya. Orang yang giat beribadah kepada Allah diharapkan dapat memberikan peran positif dan merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Ibadah menjadi jalan bagi seorang hamba untuk lebih memahami agamanya, lebih kenal dengan dirinya, hingga akhirnya sampai pada tingkatan merasa dekat dengan tuhan. 

Namun faktanya ibadah dan kepahaman kepada agama tidak serta merta menjadikan setiap manusia berubah menjadi lebih baik. Banyak dari manusia yang dipandang rajin beribadah, bahkan dianggap paham agama, tetapi melakukan maksiat bahkan dosa besar. Agama yang ia anut seakan tidak memberikan dampak positif kepada perilakunya selama ini.

Hal ini mengartikan bahwa agama ternyata tidak selalu bisa merubah sikap dan mental seseorang menjadi lebih baik. Agama bahkan menjadi salahsatu alasan dari beberapa orang untuk melakukan maksiat. Seperti dalam beberapa kasus kiai atau ustaz yang melakukan perbuatan asusila kepada santriwatinya dengan dalih taat kepada guru dan mendapatkan keberkahan.

Banyak kasus di masyarakat yang melibatkan tokoh agama melakukan tindakan asusila. Bahkan dalam berita terbaru ada seorang Hafidz Qur’an yang melakukan tindakan asusila di kamar DKM Masjid di Padang, Sumatra Barat. Mereka merupakan mahasiswa salah satu universitas di Padang.

Mereka melakukan tindakan tersebut ketika menjelang Maghrib. Bahkan dikabarkan mereka melakukan tindakan tersebut bukan untuk yang pertama kali (viva.co.id: 2023). Agama yang seharusnya membawa manusia ke jalan yang lebih baik dengan beribadah dan mengamalkan pemahaman agamanya ternyata membawanya kepada hal yang negatif.

Miris sekali melihat bahwa agama dan segala pencapaian yang telah didapat dalam beragama ternyata tidak merubah sikap dan psikologi orang menjadi lebih baik. Keyakinan kepada Tuhan menjadi sesuatu yang harus dikuatkan untuk Kembali ke jalan yang benar.

Agama yang seharusnya dapat menjadi alasan orang untuk menjauhi perbuatan keji dan munkar ternyata tidak memberikan dampak kepada kepribadiannya. Sehingga timbul pertanyaan apakah agama memang sudah tidak lagi sakral ataukah manusia nya yang sudah mengganggap agama sebagai formalitas belaka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *