Al-Qur’an dan Reaktuaisasi Pola Pikir Masyarakat sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Indonesia

Flat ramadan charity background with muslim people giving money and food to hungry and homeless vector illustration. (Source: freepik.com)

Kemiskinan merupakan permasalahan yang seakan tak kunjung selesai, baik di negara maju maupun negara berkembang. Kemiskinan juga merupakan suatu masalah multidimensional yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, hingga sistem sosial lainnya (Adawiyah, 2020). Sehingga upaya untuk menanggulanginya pun harus dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut.

Di Indonesia, kemiskinan biasanya terjadi karena sebuah kebudayaan atau nilai-nilai yang dianut secara turun-temurun oleh masyarakat, terutama orang miskin. Seperti pola pikir yang masih kuno, sikap malas, putus asa, mudah menyerah pada nasib, kurangnya etos kerja, dan lain-lain. Di mana kebudayaan tersebut kemudian diwariskan kepada anak-anaknya, sehingga menyebabkan kemiskinan pun kian berlanjut.

Dilansir dari laman KemenKeu Republik Indonesia, pada September 2022 tingkat kemiskinan di Indonesia berada pada persentase 9,57% atau 26,36 juta jiwa. Angka ini lebih tinggi 0,03% dari bulan Maret 2022 yang berada pada persentase 9,54% dan lebih rendah dari bulan September 2021 yang berada pada persentase 9,71% (KemenKeu, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa proses penanggulangan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia belum berjalan secara maksimal dan konsisten.

Upaya pengentasan kemiskinan sendiri sejatinya tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah. Sehingga disamping upaya pemerintah, masyarakat juga harus ikut berupaya mengentaskan kemiskinan tersebut. Salah satunya melalui reaktualisasi atau penyegaran dan pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan budaya dan nilai-nilai kehidupan yang dianut masyarakat masih berasal dari nenek moyang terdahulu, yang kemungkinan sudah kurang relevan dengan zaman sekarang.

Adapun salah satu yang perlu direaktualisasi ialah terkait pola pikir, karena pola pikir merupakan hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan kesulitan hidup yang dialami.

Untuk mereaktualisasi pola pikir masyarakat, salah satu caranya bisa dengan meningkatkan SDM melalui pendidikan.Karena dengan pendidikan, pola pikir manusia akan lebih terbuka serta keterampilan pun akan terasah. Sehingga kebudayaan dan nilai-nilai negatif yang selama ini pun perlahan akan menghilang dan tidak akan diwariskan kepada anak-anaknya.

Namun sebelum itu, hal yang harus dilakukan pertama kali ialah mengubah mindset masyarakat tentang “pendidikan itu mahal.” Karena ilmu dan pendidikan bisa diperoleh dari mana saja, tidak selalu dari sekolah atau universitas. Selain itu, dalam al-Qur’an pun dikatakan bahwa setiap manusia sudah memiliki rezekinya masing-masing yang harus diusahakan atau diikhtiarkan untuk memperolehnya. Maka dari itu, Allah pun berfirman dalam al-Qur’an:

 اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ

“….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….” (QS. ar-Ra’d/13:11)

Di samping mengubah mindset tentang “pendidikan itu mahal”, rasa putus asa yang sering kali terjadi pun harus mulai diubah menjadi rasa optimis. Karena putus asa bisa menimbulkan ketidakpercayaan kepada Allah SWT., sehingga Allah pun berfirman:

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“….janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah….” (QS. az-Zumar/39:53).

Oleh karena itu, untuk keluar dan memutus kultur kemiskinan, harus ada upaya dari pola pikir masyarakatnya di samping upaya pemerintah untuk mengentaskannya.

Sumber Rujukan

Adawiyah, S. El. (2020). Kemiskinan dan Faktor-faktor Penyebabnya. KHIDMAT SOSIAL, Journal of Social Work and Social Service, 1(April), 43–50.

Hakim, L., & Syaputra, A. D. (2020). Al-Qur’an dan Pengentasan Kemiskinan. JIEI: Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(03), 629–644.

KemenKeu. (2023). Peranan APBN Berhasil Menahan Kenaikan Angka Kemiskinan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/APBN-Berhasil-Menahan-Kenaikan-Angka-Kemiskinan

Penulis: Iid Muhyidin
Editor: Suciyadi Ramdhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *